Ulfah Blog

Berbagi Pengalaman itu Penting

Sekolah Dasar (shougakko) di Jepang Januari 16, 2013

Untuk orangtua yang punya keinginan  menyekolahkan anaknya di Jepang kami ingin sekedar berbagi pengalaman tentang bagaimana situasi dan keadaan jika ingin bersekolah khususnya Sekolah Dasar di Negeri Sakura. Pengalaman anak saya yang kebetulan sekarang lagi bersekolah di Sekolah Dasar atau lebih di kenal dengan bahasa Jepangnya Shougakko. Pemilihan sekolah di Jepang berdasarkan lokasi rumah, jadi antara lokasi rumah dan lokasi sekolah harus berada pada area sekitar kurang lebih 5 km. Jadi jika rumah kita berada diwilayah tersebut kita akan diarahkan dari pemerintah untuk bersekolah di lokasi itu. Sebelum masuk ke Sekolah Dasar , sejak kita masih di youchien ( Taman Kanak-Kanak ) kita sudah harus menetukan sekolah dasar yang ingin kita masuki, karena pada akhir-akhir masa sekolah di youchien kita harus menjalani beberapa test di sekolah dasar yang kita inginkan tersebut,. Testnya biasanya berupa test kesehatan dan psikotest untuk anak. Tetapi bagi yang anak yang pindahan dari sekolah dasar di indonesia atau negara lain, biasanya pemerintah hanya mengarahkan untuk pemeriksaan kesehatan dan selanjutnya disekolahkan berdasarkan lokasi rumah tinggal.

Semester awal sekolah di Jepang selalu di mulai pada bulan April.. kalau di Indonesia sekitar bulan Juli ya…Pada saat pertama masuk sekolah anak-anak di wajibkan menggunakan baju resmi, untuk anak laki-laki menggunakan jas lengkap sedangkan untuk anak perempuan memakai Dress resmi yang di padukan dengan jas khusus untuk anak perempuan. Pada hari pertama orangtua wajib mendampingi anak dan foto bersama .

Anak-anak Jepang di wajibkan untuk berjalan kaki baik pergi maupun pulang sekolah. untuk anak yang baru masuk sekolah mereka mendapatkan atribut yang menandakan bahwa mereka adalah anak baru. kemudian mereka dibagi perkelompok berdasarkan lokasi rumah terdekat untuk nantinya bisa bersama-sama pulang.

IMG_0049[1]

 

434204

Untuk anak kelas satu pada awal-awal sekolah sekitar 3 Bulan pertama biasanya mereka pada saat pulang sekolah mereka diantar oleh senseinya sendiri. Jadi orang tua tidak perlu khawatir masalah keamanan anak pada saat berjalan kaki ke sekolah karena disamping itu selain mereka di bekali alarm pengaman yang di gantung di tas mereka juga di sepanjang jalan banyak sekali orang tua yang tergabung dalam PTA ( Organisasi orang tua yang membantu segala kegiatan sekolah ), mereka di setiap sudut jalan mengawasi anak-anak sekolah baik pada saat mereka pergi sekolah maupun pulang sekolah.

Mengenai sistem pembelajaran di sekolah, menurut saya sangat berbeda dengan sistem pembelajaran di Indonesia. Disini anak-anak pada saat pertama masuk tidak di tuntut harus bisa membaca, dan anak-anak pun lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan luar sekolah , sehingga mereka tidak hanya belajar di dalam kelas tetapi mereka juga melakukan pembelajaran diluar sekolah. Disamping itu mereka sangat diajarkan masalah kebersamaan antara sesama teman sekolah baik senior maupun yang masih yunior. mereka sering di libatkan secara bersama dalam berbagai kegiatan sekolah antar senior dan yunior. Selain itu dalam kelas pun setiap bulan mereka di rotasi dalam hal teman duduk apakah itu duduknya sama laki-laki ataupun perempuan, Juga mereka dibagi beberapa kelompok yang terdiri dari berbagai campuran kelas mulai dari kelas satu sampai kelas enam, mereka biasanya bertugas dalam hal kerjasama dalam membersihkan sekolah,  ataupun yang kegiatan lainnya. Jadi di sekolah-sekolah di Jepangpada umumnya jarak antara senior dan yunior hampir tidak pernah ada karena mereka sudah diajarkan untuk saling akrab satu sama lain dan lebih mengayomi dan membimbing adik-adik mereka di sekolah dengan sangat baik.

Salah satu kegiatan yang paling ditunggu-tunggu juga dalam persekolahan anak Jepang adalah kegiatan Undokai ( Pesta Olah Raga ) yang dilaksanakan setiap setahun sekali.

IMG_0990

   IMG_1008

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang cukup besar yang dilakukan oleh setiap sekolah-sekolah di Jepang, karena selain semua anak-anak di sekolah terlibat dalam kegiatan undokai juga para orang tua pun dilibatkan untuk meramaikan kegiatan tersebut, biasanya para orang tua membawa berbagai macam bekal baik makanan, minuman, tenda ataupun tikar sebagai alas untuk bersantai sambil melihat anaknya bertanding di lapanagan..

IMG_1043

yah memang seperti kegiatan rekreasi karena hampir semua orang tua sibuk dan ikut terlibat dalam meramaikan kegiatan tersebut, tidak lupa juga mereka membawa kamera untuk mengabadikan kegiatan mereka.

IMG_1046

Kegiatan Undokai ini biasanya di langsungkan pada saat mulai memasuki musim panas atau sekitar bulan Mei, Juni atau Juli.

Selain kegiatan Undokai ada juga beberapa kegiatan lain baik kegiatan kecil maupun besar.. Seluruh sekolah di Jepang  kegiatannya hampir sama mulai dari Tk sampai SMA.. dimana orangtua selalu di libatkan dalam berbagai kegiatan sekolah.

IMG_2006

IMG_2605

apakah itu orangtua di undang untuk melihat bagaimana anak-anak kita dalam proses belajar di kelas ataupun melihat mereka tampil diatas panggung yang besar dalam kegiatan pentas seni.

index

Mereka memang selalu mengajarkan kepada anak-anak untuk selalu bisa tampil di depan banyak orang agar mereka mempunyai kepercayaan diri yang baik.

Mengenai atribut perlengkapan sekolah, baik sekolah negeri ataupun swasta hampir sama peraturannya di seluruh Jepang, dimana setiap anak tidak di wajibkan memakai pakaian seragam kecuali pakaian olah raga. Dan setiap anak sekolah juga di wajibkan memakai tas khusus yang mungkin cuma ada di Jepang yaitu tas rangsel dari kulit atau lebih di kenal dengan nama randouseru.

IMG_0050[1]

imagesTas ini bentuknya sama di seluruh Jepang hanya warna dan aksesoris yang  membedakan satu sama lain. Disamping itu banyak lagi perlengkapan-perlengkapan lain yang harus di siapkan, seperti payung, jas hujan dan Topi bundar untuk anak perempuan dan untuk anak laki-laki model biasa umumnya topi laki-laki, tetapi kesemuanya barang tersebut selain tas di wajibkan berwarna kuning baik itu payung, Jas hujan ataupun Topi sekolah.  Selain itu yang harus di persiapkan juga adalah sepatu dalam sekolah beserta tempatnya, sikat gigi dan gelas beserta tempatnya, masker dan kain segitiga untuk diikat di kepala ( Biasanya sudah ada di jual dalam bentuk yang sudah jadi tau lebih dikenal dengan nama sankaku ) ini di gunakan setiap hari  pada jam terakhir dimana semua anak berdasarkan kelompoknya wajib membersihkan sekolah sebelum pulang, yang juga harus di persiapakan saputangan dan tissue dimana setiap anak harus membawa setiap hari ke sekolah.

Jadi anda bisa membayangkan setiap hari senin anak-anak di bekali berbagai macam barang bawaan yang harus dibawa ke sekolah dan biasanya nanti pada hari jumat mereka membawa pulang semua barangnya kembali untuk dibersihkan..

Selain atribut diatas yang saya jelaskan, beberapa perlengkapan untuk kegiatan belajarnya pun tidak kalah banyaknya yang harus di siapkan, tetapi biasanya semuanya sudah disiapkan dari sekolah, cuman kewajiban orang tua adalah menuliskan nama dan kelas di setiap barang tersebut baik barang yang sangat kecil sampai besar,apakah itu buku, pensil peralatan sekolah, sepatu , tas dan lain sebagainya.. Lumayan capek juga loh nulisnya..pengalaman saya baru bisa selesai sampai dua hari loh..maklum orang asing..hehehehe..Tapi ibu-ibu di Jepang itu sangat detail dan bersemangat ( Ganbatte ) dalam mengurus anak-anaknya.. benar-benar saluut deh atas sikap mereka.. saya pun harus belajar dari sikap mereka untuk selalu bersemangat dan pantang menyerah … ganbatte !!!

Selanjutnya dalam kegiatan belajar sehari-hari setiap pulang sekolah anak di bekali dengan Pekerjaan rumah. Setiap hari mereka mempunyai pekerjaan rumah yang harus di kerjakan. Sekolah-sekolah di Jepang selalu di mulai pada jam 8 pagi dan pulang pada jam15.00. Sekolah pun menyiapkan makan siang untuk makan beersama di sekolah, tetapi berhubung kami adalah orang Indoneisa yang beragama Islam maka kami meminta kepada pihak sekolah agar anak kami diberi izin untuk membawa bekal dari rumah mengingat masalah kehalalan makanan . Oleh karena itu kami pun membuatkan setiap pagi anak kami bekal makanan sekolah atau lebih dikenal dengan Bento. Dan itu pun berlaku untuk semua anak muslim yang bersekolah di sekolah tersebut untuk membawa makanan dari rumah mengingat minoritas agama Islam yng hanya beberapa orang.

Demikianlah tulisan saya semoga bermanfaat untuk para oang tua yang ingin berniat untuk menyekolahkan anaknya di bangku sekolah dasar. semoga pengalaman ini dapat membantu sedikit informasi mengenai bagaimana bersekolah di Jepang.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s