Ulfah Blog

Berbagi Pengalaman itu Penting

Taman kanak-kanak di Jepang Agustus 22, 2012

Sekolah taman kanak-kanak  di Jepang sistem dan aturannya sangat berbeda dengan sekolah di Indonesia, dimana taman kanak-kanak di Indonesia anak-anak sudah di ajarkan untuk belajar membaca dan menulis sedangkan sistem pembelajaran di taman kanak-kanak Jepang atau yang lebih di kenal dengan Youchien lebih mengutamakan sistem bermain, membuat berbagai macam kreativitas dan selalu lebih kepada membangkitkan kepercayaan diri anak untuk bisa tampil di depan banyak orang.

naura bersama teman-teman memperlihatkan kemampuan bermain niwatobi

Sebelum masuk di Youchien kita melapor dulu ke city hall atau syakushyo yaitu kantor tempat pengurusan segala sesuatu yang berhubungan dengan administrasi penduduk.. nah nanti mereka lah yang menetukan di sekolah mana anak kita bisa bersekolah karena mereka menentukan berdasarkan lokasi tempat tinggal.. Kebetulan anak kami yang ke dua masuk di kureha youchien karena dekat dengan tempat tinggal kami di Toyama.. Di youchien anak-anak sejak dini diajarkan kemandirian dan disiplin, mulai dari hal terkecil yang sama sekali tidak pernah kita pikirkan seperti kewajiban setiap hari  membawa tissue, saputangan, sikat gigi, lap tangan untuk sehabis makan, belum lagi sepatu yang disiapkan pun ada 3 macam yaitu sepatu dalam ruangan, sepatu outdoor dan sepatu pada saat dia datang kesekolah, sungguh kebiasaan yang tidak pernah kita dapatkan di Indonesia. Di youchien anak saya tidak menggunakan baju seragam kecuali pada saat taiku atau hari olah raga, biasanya di gunakan seminggu sekali, baju taikunya pun ada dua macam untuk musim panas dan musim dingin. Setiap hari anak-anak di youchien jepang masuknya pada jam 09.00 pagi sampai pukul 14.30. Mereka pun makan siang di sekolah, karena kami adalah orang muslim maka  khusus anak saya kami mengajukan kepada kepala sekolah agar sekiranya kami diberikan ijin untuk membawa makanan siang dari rumah atau sering di sebut bento, karena mengingat faktor kehalalan dari makanan yang disajikan oleh pihak sekolah., dan alhamdulillah pihak sekolah mengijinkan kami untuk membawa makanan dari rumah setelah menjelaskan bahwa orang muslim tidak di perbolehkan makan semua jenis daging ( niku ) kecuali ikan dan semua yang mengandung sake atau mirin. sebenarnya yang paling sulit adalah memberikan pengertian kepada anak kami bahwa mengenai makanan mereka harus berbeda dari teman-teman disekolahnya karena orang muslim tidak boleh makan yang tidak halal, alhamdulillah anak kami mengerti, walaupun awalnya anak saya ingin makanananya seperti teman-temannya disekolah dan syukurnya juga anak saya tidak sendirian yang beragama muslim di sekolah itu, karena dia mempunyai teman juga yang berasal dari malaysia sehingga pada saat  makan siang, anak saya tidak merasa sendiri makanannya yang berbeda karena mempunya teman yang juga membawa bento dari rumah. Saya merasa hampir setiap bulan disekolah anak saya selalu diadakan kegiatan, apakah itu untuk anak maupun untuk orang tua, disini peran kedua orang tua sangat dilibatkan dalam proses pembelajaran sekolah, hampir setiap bulan orang tua diberi surat dari sekolah untuk ikut hadir dalam setiap kegiatan-kegitan yang dilakukan oleh sekolah,, terkadang kami di undang untuk datang makan bersama dengan anak-anak disekolah atau melihat mereka bermain sambil menunjukkan kemampuan yang mereka dapatkan selama bersekolah dan kadang kami juga ikut bermain bersama anak-anak. Saya pun sangat kagum terhadap sensei-sensei di sekolah,, mereka sangat peduli dan bersemangat dalam mendidik anak-anak, bahkan jika ada anak yang sakitpun mereka sudah mempersiapkan mulai dari termometer bahkan sampai obat, dan yang pasti akan segera menghubungi keorang tua anak tersebut,,, entalah apa karena mereka di gaji tinggi ya.. atau karena sudah menjadi budaya orang Jepang untuk selalu bersemangat dalam bekerja…Kegiatan anak-anak di youchien juga sejak dini sudah dijarkan untuk cinta olah raga, setiap setahun sekali mereka mengadakan pesta olah raga atau undokai,

anak-anak jepang biasanya sangat bersemangat menyambut undokai . berbagai macam kegiatan olah raga yang di perlombakan sesuai dengan umur anak-anak di youchien.Selain acara undokai anak-anak Jepang juga sering tampil didepan orang banyak apakah itu menari atau menyanyi ataupun operet, mereka seakan di stimulasi sejak dini agar tumbuh menjadi anak-anak yang sehat dan tampil percaya diri.nanti di lanjutkan ke part 2 ya….

 

2 Responses to “Taman kanak-kanak di Jepang”

  1. Roby Says:

    Salam Kenal Mba.
    Terima kasih atas informasinya Mba. memberi pencerahan.
    Maaf sebelumnya ada beberapa hal lagi yg ingin saya tanyakan, yaitu biaya yg dikenakan untuk sekolah di TK itu tiap bulan kira” berapa ya Mba?
    Saya berencana mau membawa keluarga saya ke jepang.
    Menurut informasi yg saya dapat sih katanya gratis, tetapi kata teman yg ada disana, ada juga biaya rutin lainnya yg mesti dibayarkan. nah, itu sekitar berapa biaya yg mesti dikeluarkannya.
    Terima kasih.
    -Roby-

    Kalau berkenan mohon di cc jawabannya ke email saya di : aoi_hibi@yahoo.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s